TIDORE – Desa Marekofo yang terletak di pesisir timur Pulau Mare, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan, kini mulai dikenal sebagai salah satu destinasi selam potensial Maluku Utara.
Keindahan bawah laut dengan hamparan terumbu karang, ikan hias, dan kejernihan air laut menjadikan kawasan ini menarik bagi para penyelam dan pecinta wisata bahari.
Aktivitas selam di Desa Marekofo mulai dilirik oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Potensi alam yang masih terjaga dan suasana desa yang tenang menjadikan Marekofo sebagai lokasi ideal bagi penyelam yang ingin menikmati keindahan laut tanpa keramaian.
Pemerintah desa bersama masyarakat setempat juga mulai berupaya menata kawasan pesisir agar dapat menjadi destinasi wisata bahari unggulan di Tidore.
Selain keindahan bawah laut, Marekofo juga memiliki potensi ekonomi dari kegiatan wisata selam dan snorkeling.
Masyarakat setempat mulai dilibatkan sebagai pemandu wisata, penyedia perahu, hingga pengelola homestay bagi wisatawan yang ingin menginap lebih lama.
Namun, di balik potensi tersebut, perhatian terhadap kelestarian lingkungan laut juga menjadi fokus penting.
Penelitian yang dilakukan beberapa waktu lalu menemukan adanya partikel mikroplastik di padang lamun sekitar perairan Marekofo.
Kondisi ini menjadi pengingat penting agar aktivitas wisata bahari tetap memperhatikan aspek konservasi dan kebersihan laut.
Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Pariwisata disebut tengah menyiapkan langkah pengembangan wisata bahari di kawasan Pulau Mare, termasuk Desa Marekofo.
Program pelatihan pemandu wisata dan promosi destinasi bawah laut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata bahari Tidore ke tingkat nasional.
Dengan kekayaan ekosistem laut yang masih terjaga dan dukungan masyarakat lokal, Desa Marekofo berpotensi menjadi surga baru bagi penyelam di kawasan timur Indonesia.
Pesonanya yang tenang, alami, dan eksotis menjadikan Marekofo bukan sekadar desa pesisir, tetapi juga jendela keindahan bawah laut Tidore yang menakjubkan.





